Corporate Profile
Board of Directors
Senior Management
Milestones
Our Subsidiaries
Our Community Exchange
CSF in the Media
Press Releases
Happenings
Career Opportunities
Home > About Us > CSF in the Media > Press Releases
Press Releases

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan di seluruh dunia mulai menyadari pentingnya data center untuk mendukung kebutuhan teknologi informasi (TI) perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dengan menempatkan peralatan TI dan jaringan dalam lingkungan yang aman dan terjamin, data center membantu perusahaan TI menjalankan bisnis mereka selama 24/7. Diperkirakan investasi data center di Indonesia akan tumbuh 100% dalam setahun terakhir dan diperkirakan akan mencapai Rp2 triliun sampai dengan akhir tahun ini.

Dengan tren pertumbuhan yang kuat dalam industri TI Indonesia, bisnis data center akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri TI di tanah air. Hal ini juga didorong oleh besarnya pasar data center di Indonesia. Pertumbuhan ini karena meningkatknya kebutuhan kapasitas data center. Perkiraannya, kebutuhan akan kapasitas data center tahun ini akan mencapai 100 ribu m².

Optimisme pertumbuhan bisnis data center juga didukung oleh DatacenterDynamics Industry Census 2011 yang menunjukkan pasar Asia Tenggara memiliki tingkat pertumbuhan terbesar di dunia dalam investasi data center pada 2011-2012 dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 118%. Namun hal ini belum didukung oleh pertumbuhan fasilitas seperti terlihat pada data census di atas, dimana pertumbuhan fasilitas di wilayah Asia Tenggara pada 2011-2012 baru mencapai 11%. Hal ini memperlihatkan bahwa investasi di wilayah ini lebih banyak digunakan untuk meng-upgrade dan meningkatkan fasilitas yang ada, sekaligus menunjukkan perlunya membangun fasilitas yang lebih banyak untuk mendukung kebutuhan kapasitas TI di masa mendatang. Dengan kata lain, peluang pertumbuhan bisnis data center khususnya untuk fasilitas cukup menjanjikan.

Menurut Daniel Korompis dari Cyber CSF, pertumbuhan data center di Indonesia tidaklah mengejutkan. “Kita melihat adanya pertumbuhan yang bagus dalam industri data center di Indonesia. Selain itu, ada keinginan kuat dari para pelanggan untuk memahami bagaimana data center bisa memberikan nilai lebih pada cara mereka memberikan layanan bisnis IT agar perusahaan mereka bisa menciptakan competitive edge, atau keunggulan strategis dibanding kompetitor, bagi perusahaan mereka di pasar,” kata Daniel.

Pernyataan senada juga terlontar dari Vincent Liew dari DatacenterDynamics, penyedia informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan data center. Menurutnya, meningkatnya jumlah pengguna internet berarti semakin banyak data dan informasi yang harus dikelola. Hal ini tentu saja membutuhkan kapasitas yang lebih banyak dan artinya memerlukan pula lebih banyak data center. Namun, tidak banyak perusahaan yang mau berinvestasi membangun data center dan lebih memilih menggunakan jasa pihak ketiga. Hal ini mendorong pertumbuhan bisnis collocation data center dan layanan hosting.

Di Indonesia, meskipun pasarnya terus bertumbuh tapi membangun data center bukanlah perkara mudah. Salah satu hambatan utama yang dihadapi adalah hilang sumber tenaga karena listrik yang turun naik. Ini bisa mengakibatkan server down dan putusnya layanan. Saat ini, setengah dari data center yang ada di Indonesia, atau lebih dari 60%, berada di Jakarta. Tempat favorit kedua untuk membangun data center adalah di Bandung.

Indonesia jelas memiliki potensi sebagai lokasi pilihan untuk membangun data center karena pasarnya yang besar dan Indonesia bisa berperan sebagai jembatan antara Asia dan Australia. Hal ini perlu dimanfaatkan dengan menghilangkan hambatan untuk membangun data center, seperti ketersediaan listrik yang stabil atau sumber listrik cadangan.